TB Hasanuddin Soroti Tawaran AS soal MRO Hercules di Kertajati
By Admin

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin/ Dok. DPR RI
nusakini.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mengkaji secara menyeluruh rencana menjadikan Bandara Kertajati, Jawa Barat, sebagai pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat angkut militer C-130 Hercules. Usulan tersebut diketahui berasal dari Pemerintah Amerika Serikat.
TB Hasanuddin menilai kerja sama itu tidak semata terkait industri penerbangan, melainkan juga menyangkut aspek pertahanan, politik luar negeri, dan kedaulatan negara.
Menurut dia, pemerintah perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait penetapan Bandara Kertajati sebagai fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) bagi pesawat Hercules di kawasan Asia.
“Harus ada kajian mendalam dan transparansi kepada publik karena ini menyangkut kepentingan strategis negara,” kata TB Hasanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan adanya tawaran dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth terkait pemusatan layanan MRO pesawat C-130 Hercules di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat bersama Komisi I DPR pada Selasa (19/5/2026).
Menurut Sjafrie, tawaran tersebut muncul saat pertemuannya dengan pejabat pertahanan AS di Pentagon pada April 2026.
TB Hasanuddin menyoroti perlunya kejelasan mengenai cakupan penggunaan fasilitas tersebut. Ia menilai, apabila fasilitas itu hanya digunakan untuk mendukung operasional pesawat militer AS di kawasan Indo-Pasifik, maka dapat memunculkan persepsi politik tertentu.
Ia juga mengingatkan bahwa Bandara Kertajati saat ini berstatus bandara sipil sehingga perlu pengaturan khusus apabila nantinya dipakai untuk aktivitas perawatan pesawat militer asing.
Selain itu, TB Hasanuddin meminta pemerintah memastikan kerja sama tersebut memberi manfaat nyata bagi industri pertahanan nasional, termasuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI). (*)